Di penghujung bulan Dzulhijjah 1430 H
Telah banyak amal perbuatan 'baik atau buruk'
Qta mesti bersegera tuk bertaubat
Dan memohon ampunan kepada-Nya
Terkadang kita terlena dengan duniawi
Hingga tidak mengindahkan lagi ukhrawi
Sampai membuat Qta buta mata hati dan batin
Hanya karena segelintir urusan sementara
Seiring dengan bergulirnya waktu Ashar menjelang Maghrib
Maka tiba masa pergantian tahun baru Hijriah
Dari penghujung Dzulhijjah 1430 H
Menuju gerbang Muharram 1431 H
Sama-sama berHijrah
Hijrah dari perbuatan buruk menuju kebaikan
Hijrah dari waktu yang disia-siakan
Hijrah dari tempat terpuruk menuju kedamaian
dan Hijrah dari godaan Dunia
Itulah sekelumit hidup di dunia
Belum tentu di akhirat kita selamat
Meski bahagia di dunia namun.....
jika di akhirat susah-ranah-duka
Apalah artinya hidup berkalang harta dan cinta
Written By Sahrul
Tgl : 1 Muharram 1431 H
19 Desember 2009 M
Kamis, 17 Desember 2009
Jumat, 11 Desember 2009
Hamparan Lembah Biru
By Informator : Sahrul Djamuddin
Berikut ini adalah gambaran dari sebuah
hamparan langit biru yang tertutup
oleh awan kumulus pecandu Ghost-Sheep
Dan kini saat waktu ubah sosok sang Fasilitator
membuat sang Motivator memulai sepak terjangnya
sehingga waktu kembali beralih melalui Mediator
Membuat para Legislator ikut menyimak
Sampai menua hingga ujung masa dalam genggaman sang Executor
Dalam keadaan tertatih dan lelah... serta kadang terjatuh
Di bawah sandaran sang Diktator
yang coba bangkit terus terbang meraih impian sang Collector
Merebak hari esok bersama sang Magistor
Seiring detak jantung sang Kudetor kembali ingatkan hadirmu
di tahun silam ketika bangkitnya sang Transformator
yang menangis teringat akan Generator lembah biru
mengenang usia yang berkurang terus
Tapi manusia terus tertelan waktu yang terus bergulir
Tak ada yang pernah ingin disesali dalam genggaman sang Khaliqator
Tak ada yang pernah terlekang dari putarannya
Kita semua bergulir di dalamnya kadang tergilas...
kadang pula mengais, meringis lalu menangis...
Semua tercatat dalam catatan usang sang waktu
Yang ditandai hadirnya Kaum Lembah Biru
"01 November 2009"
Informator 4
Selasa, 28 Juli 2009
Lantunan FB "Pagi VS Shubuh"
Sabtu, 25 Juli 2009
26 JULI 2009

This time, this night...
I am again alone 2 the remembrance to my birthday party...
N I don't know, why this night must be alone...
Maybe this time I must to introspection my self...
that my age increasingly decrease...
n Praise be to Allah
coz .... I still given have prosperity with freshness n health...

Di saat malam ini...
Saya lagi sendirian memperingati hari ULTAH-Q...
Dan Saya tidak tau kenapa malam ini harus saya menyendiri...
Mungkin saat ini saya harus introspeksi diri...
bahwa usia aQ makin berkurang...
dan Syukur Alhamdulillah
sebab... Saya masih diberikan kesejahteraan serta kebugaran dan kesehatan...

Langganan:
Postingan (Atom)
Paradoks Masa Kini
Kita mempunyai gedung yang semakin tinggi,
tapi kesabaran yang semakin rendah.
Jalan yang semakin lebar,
tapi sudut pandang yang semakin sempit.
Semakin banyak membelanjakan,
tapi semakin sedikit yang dimiliki.
Semakin banyak membeli,
tapi semakin sedikit yang dinikmati.
Punya rumah semakin besar,
tapi kehidupan rumah tangga yang semakin terpencil.
Semakin banyak tersedia kesenangan,
tapi semakin sedikit waktu untuk menikmatinya.
Semakin banyak pengetahuan,
tapi semakin sedikit kebijaksanaan.
Semakin banyak para ahli,
tapi justru semakin banyak pula masalah.
Semakin banyak obat,
tapi juga semakin sedikit ketenangan.
Kita memiliki semakin banyak barang dan kepemilikan,
tapi semakin berkurang nilainya.
Kita semakin banyak bicara,
tapi semakin sedikit mencinta dan semakin banyak membenci.
Kita belajar untuk mencari nafkah penghidupan,
tapi gagal menemukan kehidupan.
Kita telah menambah semakin banyak tahun dalam kehidupan,
tapi gagal untuk menikmati kehidupan dalam tahun-tahun yang dijalani.
Kita berhasil pergi ke bulan dan kembali,
tapi masalah untuk pergi ke depan rumah untuk menemui tetangga.
Punya penghasilan yang lebih tinggi,
tapi moralitas yang semakin rendah.
Kita belajar untuk membuat udara lebih bersih,
tapi kita mengotori jiwa kita sendiri.
Kita belajar untuk memisahkan atom-atom,
tapi tak sanggup memisahkan prasangka-prasangka buruk kita.
Kita memiliki kuantitas yang berlimpah ruah,
tetapi kualitas yang semakin langka.
Ini adalah waktu dimana ada orang semakin tinggi posturnya,
tapi makin pendek karakter kepribadiannya.
Keuntungan finansial membumbung tinggi,
tapi hubungan dengan sesama semakin dangkal.
Ini adalah masa kedamaian dunia,
tapi perang dalam keluarga.
Makin banyak hiburan,
tapi makin sedikit rasa kebahagiaan.
Makin banyak makanan,tapi makin berkurang nutrisinya.Ini adalah saat di mana keluarga berpenghasilan ganda,
tapi perceraian di mana-mana.
Makin banyak rumah yang indah,
tapi semakin banyak rumah tangga yang pecah …
tapi kesabaran yang semakin rendah.
Jalan yang semakin lebar,
tapi sudut pandang yang semakin sempit.
Semakin banyak membelanjakan,
tapi semakin sedikit yang dimiliki.
Semakin banyak membeli,
tapi semakin sedikit yang dinikmati.
Punya rumah semakin besar,
tapi kehidupan rumah tangga yang semakin terpencil.
Semakin banyak tersedia kesenangan,
tapi semakin sedikit waktu untuk menikmatinya.
Semakin banyak pengetahuan,
tapi semakin sedikit kebijaksanaan.
Semakin banyak para ahli,
tapi justru semakin banyak pula masalah.
Semakin banyak obat,
tapi juga semakin sedikit ketenangan.
Kita memiliki semakin banyak barang dan kepemilikan,
tapi semakin berkurang nilainya.
Kita semakin banyak bicara,
tapi semakin sedikit mencinta dan semakin banyak membenci.
Kita belajar untuk mencari nafkah penghidupan,
tapi gagal menemukan kehidupan.
Kita telah menambah semakin banyak tahun dalam kehidupan,
tapi gagal untuk menikmati kehidupan dalam tahun-tahun yang dijalani.
Kita berhasil pergi ke bulan dan kembali,
tapi masalah untuk pergi ke depan rumah untuk menemui tetangga.
Punya penghasilan yang lebih tinggi,
tapi moralitas yang semakin rendah.
Kita belajar untuk membuat udara lebih bersih,
tapi kita mengotori jiwa kita sendiri.
Kita belajar untuk memisahkan atom-atom,
tapi tak sanggup memisahkan prasangka-prasangka buruk kita.
Kita memiliki kuantitas yang berlimpah ruah,
tetapi kualitas yang semakin langka.
Ini adalah waktu dimana ada orang semakin tinggi posturnya,
tapi makin pendek karakter kepribadiannya.
Keuntungan finansial membumbung tinggi,
tapi hubungan dengan sesama semakin dangkal.
Ini adalah masa kedamaian dunia,
tapi perang dalam keluarga.
Makin banyak hiburan,
tapi makin sedikit rasa kebahagiaan.
Makin banyak makanan,tapi makin berkurang nutrisinya.Ini adalah saat di mana keluarga berpenghasilan ganda,
tapi perceraian di mana-mana.
Makin banyak rumah yang indah,
tapi semakin banyak rumah tangga yang pecah …



